Seorang remaja asal Amerika Serikat, Jordan Romero telah tiba di kota Liping dekat perbatasan Nepal dan China untuk mengukir prestasi mendaki Puncak Everest Himalaya. Jika pendakiannya sukses, maka Jordan Romero memecahkan rekor sebagai pendaki gunung termuda di dunia yang mencapai puncak Everest.

Jordan Romero yang berusia 13 tahun berasal dari California Amerika Serikat Sabtu ini telah mencapai Puncak Everest di ketinggian 8.850 meter dari permukaan laut mendaki dari sisi wilayah barat Tibet karena pemerintah Nepal melarang remaja berusia di bawah 16 tahun mendaki gunung.

Jordan Romero, bocah laki-laki berusia 13 tahun asal Big Bear, California, Amerika Serikat, Sabtu (29/5), akan menjadi pendaki termuda yang berhasil menjejakkan kakinya di puncak Himalaya, gunung tertinggi di bumi ini. Pencapaian itu merupakan bagian dari ambisinya mendaki gunung tertinggi di tujuh benua

Sementara orang tua Jordan terus mendukungnya dan seolah tidak mempedulikan kontroversi menyangkut usia putranya. Jordan yang disertai ayahnya dan penunjuk jalan Sherpa hinggi kini terus melakukan pendakian. Jordan juga akan melakukan pendakian gunung-gunung tertinggi di setiap negara bagian Amerika Serikat.

Mengutip Kompas. Com dalam situsnya, remaja berambut panjang ini sudah mendaki lima gunung, termasuk Gunung Kilimanjaro di Afrika, saat berumur 9 tahun. Ambisinya terinspirasi sebuah gambar di dinding tembok sekolahnya tentang gunung tertinggi di tujuh benua. Setelah Himalaya, ia akan mendaki gunung tertinggi di Antartika, yakni Gunung Vinson Massif. ”Setiap langkah yang saya tempuh akhirnya mengarah ke tujuan terbesar hidup saya, yakni berdiri di puncak dunia,” tulis Romero dalam blog-nya sebelum mencapai Everest.

Bocah ini juga telah mendaki 5 puncak tertinggi termasuk Gunung Kilimanjaro di Afrika dan hanya tinggal memerlukan Vinson Massif, puncak tertinggi di Antartika untuk memenuhi targetnya.

Rekor pendaki termuda sebelumnya yang mencapai puncak Himalaya dipegang oleh Temba Tsheri dari Nepal. Ia menjejakkan kaki di puncak tertinggi di dunia itu saat berusia 16 tahun. Romero mendaki setiap puncak bersama dengan Paul, ayahnya; paramedis perawatan kritis, dan pemandu-pemandu Sherpa. Dari rumahnya di Big Bear, ibunda Romero menyaksikan pencapaian gemilang anaknya yang masih remaja itu melalui pelacak global positioning system yang telah dipasang di dekat puncak gunung. ”Saya amat bangga terhadap anak saya,” kata sang ibu, Leigh Ane Drake.

Sumber : Garit/Kompas Com/Nepal Youngest.

About gregorygavin

Laki-laki kelahiran tahun 1995, januari 5. bercita-cita menjadi pekerja sukses, bisa bermain gitar walau tidak jago.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s