Hai selamat subuh. jam 1.2o disini ato jam 12.2o di jawa. kali ini aku mau bicara tentang simple. apa itu simple? aku gak bisa jelasin dengan kata2 indah ato quotation2 bagus kayak di instagram. caption2 keren gitu. or whatever. simple itu kayak ada 2 orang teman. yang satu pake pakaian aksesoris, dll kayak ngejreng gitu lah. yang satu pakaian nya celana panjang, sepatu, kaos polos. simple tapi menarik. ato iPhone, itu simple penggunaan nya, berdasar kata teman. sedangkan android banyak fitur2 nya dan kalian tau lah, yang jellybean bisa di root, di setting entah sihir apa jadi kitkat dan bahkan lollypop. well. simple is like those descriptions.

kita bisa menerapkan kata simple dimana saja, kapan saja, siapa saja, hal apa saja. tentunya kapan saja bisa. simple bisa digunakan kapan saja. mungkin dalam menyelesaikan masalah “ah, pelajaran ini simple banget” ato “teknik untuk mengalahkan nya sangat simple” kadang bisa “baju nya simple banget mas” ato masih banyak lagi. oia… masalah. “masalahnya sangat simple”

aku dan partnerku ada masalah. sebelumnya. sekarang sudah baikan. masalahnya “simple”

aku memang lagi males bbm. tapi ada satu hal yang pernah aku pelajari cuma cara aku menerapkan pelajaran itu salah. anggapnya pikirku terlalu simple. jadi aku pernah merasa di diemin. jujur itu pasti gak enak. jadi, aku enggak membalas ke orang2 dengan cara mendiamkan. tapi menanggapi. yang jadi masalah adalah menanggapi dengan tidak serius. istilahnya kayak aku mau orang tetap berkomunikasi dan aku gak mau kehilangan teman. kalo aku diemin, mungkin mereka merasa tersakiti, karena aku sendiri merasakan banyak kali. jadi aku menanggapi tapi gak serius. banyak kata yg aku lontarkan dan selalu sama… seperti:

“ooo”

“ooo… okay”

“okay”

kira2 begitu. aku salah disitu. aku gak kepikiran bilang lagi males ngobrol. setidaknya energy negatif nya bisa dipake buat belajar gitar. hehe… thx… lalu partnerku marah. dan satu yg aku ingat “stupid fuck” jujur aku marah. tapi aku pikir2 lagi. tadi dia bilang kalo mau berhenti berkomunikasi. well, aku butuh komunikasi ini, dan memang ada rencana2 besar kedepan nya. aku sempat ngomong, kalo aku mungkin gak pantes. lagipula dia yang marah, dia yang menentukan apa nantinya. jadi aku lebih baik mengalah. satu yang dia bilang “apa guna nya marah, kan bisa ngobrol seperti orang dewasa” tapi kata “stupid fuck” anyway… kita sudah baikan. ingat, masalahnya itu simple. buat aku sih simple… hehehe…

About gregorygavin

Laki-laki kelahiran tahun 1995, januari 5. bercita-cita menjadi pekerja sukses, bisa bermain gitar walau tidak jago.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s